Salam.
Untuk teman, kawan, sahabat dengan penuh kasih, Selama ini mungkin kita pernah mendengar kisah tentang 1000 burung-burung kertas. Sebuah kisah yang menceritakan bahwa barangsiapa yang mampu membuat 1000 burung kertas maka permohonan dan impiannya akan terwujud. Berawal dari mitos inilah muncul gagasan untuk saling berbagi keoptimisan dan berbagi kesenangan untuk beberapa teman kecil di timur Jogjakarta.
Gagasan ini berawal ketika saya diajak oleh beberapa teman-teman komunitas untuk menuju kesuatu tempat bernama Studio Biru. Mendengar namanya, yang muncul dalam bayangan saya adalah sebuah tempat yang menyenangkan dan penuh dengan keceriaan. Tempat yang masuk dalam wilayah Padukuhan Sengir terletakatas bukit. Berjarak 30 KM dari Kota Yogyakarta, perjalanan ini cukup membuat adrenalin naik. Medan menanjak, turunan yang curam, jalan yang licin dan sempit, semuanya itu mewarnai perjalanan menuju tempat dimana Studio Biru berdiri. Padukuhan Sengir sendiri merupakan salah satu daerah yang mengalami kerusakan yang cukup parah pada saat terjadinya gempa bumi yang melanda Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 27 mei 2006 silam.
Sesampai di Studio Biru bayangan sebelumnya tentang keindahan sebuah studio diatas bukit hilang seketika.hanyalah berupa sebuah gubug bambu beralas tasinya menyedihkan.engan satu hempasan roboh.
Ya memang kami tidak menemukan keindahan secara fisik yang ada dalam bayangan kami sebelumnya, tapi kami menemukan bentuk keindahan lain. Senyum sambutan beberapa anak di Studio Biru memberikan arti keindahan yang sesungguhnya. Sebuah kebahagiaan, keceriaan polos anak-anak studio Biru yang sepertinya telah mereka persiapkan dengan matang untuk menyambut kedatangan tamu yang jarang mereka temuinilah bentuk lain keindahan pertama kali yang saya dan teman-teman temui ketika mengunjungi Studio Biru. Sebuah keindahan yang nantinya kami percaya tidak akan pernah oleh siapapun yang mengunjungi Pedukuhan Sengir salah satu sudut pinggiran Jogja.
Keindahan inilah yang menjadi impian kami sebenarnya. Impian yang besar, impian yang secara tak sadar mulai terangkai ketika melihat apa yang ada didalam Studio Biru. Disana terdapat keoptimisan meski ada benteng keterbatasan yang mengitari mereka. Sebuah buku tulis bekas yang didalamnya berisi kliping tulisan-tulisan mereka sendiri tertata pada sebuah susunan kayu yang mereka menyebutnya rak perpustakaan. Dalam rak tersebut juga terdapat beberapa buku dan majalah National Geographic dewasa dan mereka suka mengamati gambar binatang didalamnya. Salah seorang anak menunjukan pada kami hasil kreasi mereka. Beberapa gambar gantung pada dinding bambu Kami bertanya apakah ini semua mereka yang membuat. Mereka memberikan penjelasan dengan kebanggaan mengenai karya tangan mereka sendiri. Hingga terlihat beberapa origami burung-burung kertas warna-warni. Inilah burung-burung kertas yang akan mewujudkan impian mereka.
Tidak dengan menganggap Studio Biru rendah atau tidak mampu. Tidak dengan menggunakan rasa belas kasihan. Melainkan dengan semangat berbagi kebahagiaan. Kami berjanji kepada Studio Biru untuk membuatnya menjadi lebih baik lagi ditengah keterbatasan situasi dan kondisi mereka. Rendra, dialah salah seorang yang selama ini membantu anak-anak itu mencurahkan kreativitas pada sebuah hasil. Darinyalah kami temukan, bahwa yang selama ini kami lakukan tidak lebih baik darinya yang mau berada di Studio Biru untuk tujuan yang kami anggap mulia.
Disinilah saya ingin mengatakannya kami mempunyai impian yang besar dan kami meminta dukungan dari teman-teman untuk merangkai impian tersebut bersama-sama. Burung-burung kertas yang ada di Studio Biru masih bisa dihitung dengan jari, masih butuh ratusan burung kertas untuk menjadikan 1000 burung. tersebut nantinya akan kami berikan untuk Studio Biru guna membantu mewujudkan impian mereka sendiri.
Seandainya teman-teman berkenan untuk bersama-sama melanjutkan impian anak-anak tersebut, teman-teman dapat bersama-sama membuat 1000 burung agar impian mereka bisa terwujud. Dukungan dalam bentuk apapun akan kami terima, satu dukungan akan diwujudkan dalam satu buah burung kertas. Itu merupakan pengalaman terbaik bergabung bersama teman-teman dari berbagai penjuru menerbangkan burung kertas tersebut menuju studio biru. Beberapa dukungan yang kami perlukan adalah Sebuah buku, ya hanya sebuah buku. Kirimkanlah sebuah buku apapun kepada kami buku yang akan membantu anak-anak Studio biru menemukan sesuatu yang bisa mereka temukan. Kami akan menyalurkan buku tersebut kepada Studio Biru. Jangan lupa lampirkanlah sebuah burung kertas untuk satu buku uliskan namamu pada burung kertas tersebut serta sebuah kalimat dukungan untuk semua anak Indonesia khususnya Studio Biru.
Selain buku kami sebelumnya sudah berhasil mendapatkan donasi kecil dari penjualan kaos dan dukungan teman-teman komunitas lainya. Namun, kami juga tetap menerima donasi dukungan untuk memperbaiki kondisi fisik dan alat pendukung belajar lainya di Studio Biru.
Ini bukan hanya mengumpulkan sebuah buku. Ini bukan hanya mengubah dana dukungan menjadi setumpuk batu bata dan adukan semen. Ini bukan hanya bagaimana mengumpulkan dana dukungan sebanyak-banyaknya. Tapi lebih dari itu, karena sebelumnya beberapa orang menganggap kami gila, penuh dengen pesimistis. Ini bukan tentang itu semua, karena kami orang yang tidak pernah suka mendengar orang berkata bahwa hal itu tidak mungkin terjadi. Dan kami percaya 1000 burung akan terwujud.
Jauh dari segala tantangan yang siap kami hadapi, kami tetap membutuhkan dukungan apapun dari teman-teman untuk mewujudkan impian tersebut. Pilihan terbaik sepenuhnya ada ditangan anda dan pilihan terburuk adalah tidak melakukan apa-apa.



5 komentar:
TOPPP GOOD LUCK!! :mrgreen:
horeeeeeee....
jan sip tenan iki, masyuk!
komen maneh ah, keren!
nguik nguik
Posting Komentar