Senin, 08 November 2010

Keris Berdarah

Alkisah, di daerah perbukitan selatan Prambanan terdapat sebuah jalan rahasia. Konon katanya jalan tersebut merupakan jalur rahasia untuk menuju ke Laut Selatan. Kawasan laut di selatan Jogjakarta yang menyimpan banyak misteri.

Salah satu misteri yang paling membuat orang penasaran adalah pusaka buatan empu Gandring. Dulu kala Keris bertuah tersebut telah memakan 7 orang termasuk penciptanya. Keris pusaka tersebut diyakini mampu memberikan kekuatan ajaib bagi pemiliknya. Hal tersebutlah yang membuat orang-orang bernafsu untuk mencari dan menguasainya. Terutama para penjahat.

Maka demi mencegah agar keris kutukan itu tidak memakan jiwa lagi, keberadaannya pun dirahasiakan. Sampai pada suatu ketika ada seorang arkeolog dari eropa yang berhasil menemukan gulungan kuno berbahasa sansekerta. Gulungan tersebut menuliskan letak keris kutukan tersebut disembunyikan. Di kedalaman Laut Selatan yang hanya bisa dicapai melalui suatu jalur rahasia.

***

Siang itu matahari bersembunyi dibalik awan mendung. Sehingga membuat daerah perbukitan ripungan terlihat gelap.

"Awan mendung telah tiba." kata seorang pria di sebuah gubuk.

Pria yang sehari-harinya bernama Rendra itu tampak khawatir. Tidak biasanya cuaca di daerahnya menjadi begitu kelam. Meski tahun ini hujan tidak pernah surut, tapi cuaca siang itu benar-benar mengganggu ketenangannya.

Beberapa waktu kemudian datang 2 sosok anak kecil. Mereka adalah Nurwanto dan Ivan. Kedatangan 2 anak tersebut diikuti 4 orang anak lainnya yang bernama Edo, Danu, Santika, dan Sumardi.

Melihat keadaan gurunya yang terlihat khawatir, mengusik Nurwanto, murid tertuanya.

"Ada apa mas" tanyanya.

Namun yang ditanya hanya bisa diam seribu bahasa. Dia tak mampu menjawab pertanyaan muridnya tersebut.

"Mas,… Mas Rendra…" panggil Nurwanto.

"Akhirnya yang kutakutkan terjadi juga." batin Mas Rendra.

Beberapa saat kemudian Mas Rendra meminta murid-muridnya berkumpul. Dia berfikir sudah saatnya mereka tahu tentang dirinya dan rahasia yang selama ini dipendamnya.

"Anak-anak maafkan aku telah menyembunyikan rahasia ini dari kalian." jelasnya.

Mas Rendra pun bercerita tentang tragedi perebutan kekuasaan yang melibatkan sebuah keris pusaka. Tragedi itu terjadi beratus-ratus tahun yang lalu. Tepatnya di jaman munculnya kerajaan Singosari. Setelah berhasil membunuh penguasa daerah Tumapel, Ken Arok yang bergelar Sri Rajasa Bhatara Sang Amurwabhumi pun menjadi rajanya yang pertama.

Perebutan kekuasaan tersebut didasari oleh keinginan Ken Arok untuk memiliki Ken Dedes. Seorang perempuan cantik yang diramalkan oleh Lohgawe (seorang brahmana dari India), akan menurunkan raja-raja tanah jawa. Karena ramalan itulah, Ken Arok bernafsu untuk membunuh Tunggul Ametung dengan sebuah keris sakti buatan Empu Gandring.

Karena merasa bersalah telah membeberkan rahasia alam. Dan mengakibatkan terjadinya pertumpahan darah yang merenggut nyawa, Brahmana Lohgawe memutuskan untuk menyembunyikan keris kutukan tersebut dari pemilik terakhirnya, Tohjaya. Turunan pertama dari Ken Arok yang tewas akibat kutukan empu Gandring.

Demi menjaga agar keris terkutuk tersebut tidak disalahgunakan, Brahmana Lohgawe membentuk kelompok untuk membantunya menyembunyikan keris berdarah tersebut.

"Loh Mas, terus apa hubungannya sama Mas Rendra?" tanya Ivan penasaran.

"Aku adalah pewaris ke 12 dari kelompok bentukan Lohgawe itu."

[Bersambung]

*) terinspirasi dari sebuah tempat bernama sumur gemuling

 

 
Free Web Hosting | Top Web Hosting | Great HTML Templates from easytemplates.com.